Welcome To My Kingdom
Senin, 08 Desember 2014
Makalah Kimia : Pembuatan dan Manfaat Beberapa Unsur Logam dan Senyawanya
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini,
unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut
dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu
golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu,
unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam,
dan gas mulia
Kali ini kami akan membahas tentang unsur logam. Beberapa usur logam, dalam
bentuk unsur maupun senyawa, banyak dimanfaatkan didalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan beberapa unsur logam meningkat dengan berkembang pesatnya industri,
baik sebagai alat, bahan dasar, maupun sumber energi.
Unsur-unsur logam umumnya diperoleh sebagai bijih logam dalam batuan. Alam
Indonesia sangat kaya akan sumber mineral bijih logam, karena itu perlu
penguasaan teknologi untuk mengolahnya menjadi logam yang dibutuhkan.
Sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua
benda yang ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau
unsur bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri, selain
memberikan manfaat, beberapa unsur kimia memberikan dampak negatif terhadap
lingkungan dan kesehatan. Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia beserta
cara mencegah dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki
unsur-unsur tersebut. Melalui makalah ini kami harapkan pembaca dapat memahami
dan mengetahui tentang pembuatan dan kegunaan unsur-unsur logam.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara membuat, manfaat Natrium dan senyawanya?
b. Bagaimana cara membuat dan manfaat Magnesium?
c. Bagaimana cara membuat, manfaat Alumunium dan
senyawanya?
d. Bagaimana cara membuat dan manfaat Baja dan Besi?
e. Bagaimana cara membuat dan manfaat Tembaga?
f. Bagaimana cara membuat dan manfaat Timah?
g. Bagaimana cara membuat dan manfaat Emas?
1.3 Batasan Masalah
Kelompok kami hanya membatasi tentang pembuatan unsur-unsur logam dan
senyawanya, dan juga beberapa manfaatnya.
1.4 Tujuan Penulisan
a. Memberikan informasi
mengenai cara pembuatan beberapa
unsur logam dan senyawanya,
b. Mengetahui manfaat masing-masing unsur logam,
c. Mengetahui karateristik masing-masing unsur logam,
d. Menambah pengetahuan
tentang unsur-unsur logam dan
senyawanya.
1.5 Metode Penulisan
Studi pustaka
Penulis mencari buku-buku di
perpustakaan, pinjam
teman, browsing internet, panduan yang berkaitan dengan unsur logam dan senyawanya yang dapat digunakan
sebagai buku acuan untuk menyusun makalah ini.
1.6 Sistematika Penulisan
1. Cover/hal judul
2. Kata pengantar
3. Daftar isi
4. Pendahuluan
a . Latar belakang
b. Rumusan masalah
c. Pembatasan masalah
d. Tujuan penulisan
e. Metode penulisan
f. Sistematika penulisan
5. kajian pustaka
6. Pembahasan
7. Penutup
a. Kesimpulan
8. Daftar pustaka
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Cara Membuat dan Manfaat
Natrium Dan Senyawanya
Natrium merupakan elemen
keempat terbanyak di bumi. Unsur ini termasuk Logam Alkali yang merupakan unsur
reaktif yang lunak, ringan, dan putih keperakan. Karena sangat reaktif natrium
hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni, melainkan dalam keadaan
terikat dengan unsur lain. Di antara logam alkali, natrium merupakan logam yang
paling banyak penggunaannya, baik sebagai unsur
maupun sebagai senyawanya. Seperti telah diketahui, senyawa logam alkali yang
sejenis mempunyai kemiripan sifat. Karena senyawa natrium paling murah maka
paling banyak digunakan.
a. Cara Pembuatan
Natrium dibuat dari elektrolisis lelehan natrium klorida yang dicampur
dengan kalsium klorida sel downs. Kalsium klorida berguna untuk menurunkan
titik cair.Reaksi yang terjadi:
NaCl =>Na+ (l) + Cl- (l)
Katoda : Na+ (l) + e- => Na (l) x2
Anoda : 2Cl- (l) => Cl2 (g) + 2e-
Hasil : 2Na+ (l) + 2Cl- => 2Na (l) + Cl2 (g)
Natrium akan mengapung di air dan jika digerus menjadi bubuk.apabila
dimasukkan ke dalam air akan menyebabkan reaksi dashyat pembentukan gas
hidrogen, jika natriumnya dalam jumlah banyak dapat menimbulkan ledakan.
b. Manfaat
Adapun manfaat dari natrium adalah :
1. Sebagai cairan pendingin
(coolant) pada reaktor nuklir.
2. Uap natrium untuk lampu
natrium sebagai penerangan jalan raya.
3. Karena natrium merupakan
reduktor kuat, natrium digunakan pada pengolahan logam-logam tertenu seperti
litium, kalium, dan zirconium.
4. Natrium juga digunakan untuk
membuat senyawa natrium yang tidak dapat dibuat dari natrium klorida, seperti
natrium peroksida (Na2O2).
c. Senyawa Natrium
1. Natrium Klorida (NaCl)
Senyawa natrium yang paling banyak diproduksi adalah natrium klorida
(NaCl). Natrium klorida dibuat dari air laut atau dari garam batu. Kegunaan
natrium klorida antara lain :
a) Sebagai bahan baku untuk
membuat natrium, klorin, dan senyawa-senyawa natrium seperti NaOH dan natrium
karbonat (Na2CO3).
b) dalam industri susu.
c) Mengawetkan ikan dan daging.
d) Mencairkan salju di jalan raya
di Negara yang bermusim dingin.
e) Segenerasi alat pelunak air.
f) Serta sebagai bumbu masak
(garam dapur).
2. Natrium Hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida dihasilkan melalui elektrolisis larutan natrium klorida.
Natrium hidroksida digunakan sebagai:
a) Bidang industri sabun,
detergen, pulp, dan kertas.
b) Pengolahan bauksit untuk
pembuatan aluminium, tekstil, plastik, pemurnian minyak bumi.
c) Untuk membuat senyawa natrium
lainnya seperti natrium hipoklorit (NaClO).
3. Natrium karbonat (Na2CO3)
Natrium karbonat berasal dari sumber alam, yaitu trona, yang terdapat
melimpah di Wyoming, Amerika Serikat. Natrium karbonat dapat juga dibuat dari
NaCl menurut proses Ernest Solvay (1838-1922) dari Belgia, Metode pembuatannya
menggunakan bahan baku adalah batu kapur CaCO3. Adapun prosesnya
adalah sebagai berikut :
- Batu kapur dipanaskan untuk memperoleh gas CO2
CaCO3(s) => CaO(s) + CO2(g) (panas)
CO2(g) + H2O(l) => H2CO3(aq)
H2CO3(aq) + NH3(g) => NH4HCO3(aq)
NH4HCO3(aq) + NaCl(aq) => NaHCO3(s) +
NH4Cl
-Endapan NaHCO3 dipisahkan dengan penyaringan kemudian
dipanaskan
2 NaHCO3(s) => Na2CO3(s) +H2O(g)
+ CO2(g) (panas)
Kegunaan utama dari natrium karbonat adalah sebagai :
a) untuk pembuatan kaca (terutama
kaca bejana).
b) membuat bahan-bahan kimia
lainnya, industri pulp dan kertas, industri detergen, dan bahan pelunak air.
4. Natrium Bikarbonat (NaHCO3)
Natrium bikarbonat terbentuk sebagai hasil antara pada proses Solvay.
Natrium bikarbonat disebut juga soda kue. Jika adonan yang mengandung natrium
bikarbonat dipanggang, senyawa itu akan terurai membebaskan CO2 yang
memekarkan adonan sehingga menjadi empuk karena adanya rongga-rongga gas di
dalamnya. Baking powder adalah campuran serbuk natrium bikarbonat dengan suatu
zat yang bersifat asam, seperti kalium hidrogen tartrat (KHC4H4O6).
Campuran bahan itu tidak bereaksi dalam keadaan kering, tetapi sekali bubuk itu
berada dalam adonan, keduanya akan bereaksi dan menghasilkan gas karbon
dioksida yang memekarkan adonan.
5. Natrium Sulfat
Natrium sulfat dibuat dari natrium klorida dengan asam sulfat pekat.
(Na2SO4) 2NaCl(s) + H2SO4(l)→
Na2SO4 (s) + 2HCl(g).
Reaksi itu dirancang oleh Glauber JR (1604 – 1670). Oleh karenanya, natrium
sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) disebut garam
Glauber. Natrium sulfat digunakan sebagai industri pulp dan kertas.
2.2 Cara Membuat dan Manfaat Magnesium
Magnesium merupakan logam yang ringan, putih keperak-perakan dan cukup
kuat. Ia mudah ternoda di udara, dan magnesium yang terbelah- belah secara
halus dapat dengan mudah terbakar di udara dan mengeluarkan lidah api putih
yang menakjubkan.
a. Cara Pembuatan
Di antara logam alkali tanah, magnesium paling banyak diproduksi. Sama
seperti pembuatan natrium, pembuatan magnesium juga dilakukan melalui
elektrolisis lelehan garam kloridanya.
Dalam industri,magnesium dibuat dari air laut melalui tahap-tahap sebagai
berikut. Mula-mula air laut dicampur dengan kapur (CaO) sehingga magnesium
mengendap sebagai magnesium hidroksida (Mg(OH)2).
CaO(s) + H2O(l) → 2Ca2+(aq) + 2OH-(aq)
Mg2+(aq) + 2OH-(aq) → Mg(OH)2(s)
Adapun CaO dibuat dari batu kapur atau kulit kerang melalui pemanasan.
CaCO3(s) → CaO(s) +CO2(g)
Endapan magnesium hidroksida yang terbentuk, disaring kemudian direaksikan
dengan larutan asam klorida pekat.
Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) → MgCl2(aq) + 2H2O(l)
Selanjutnya, larutan diuapkan sehingga diperoleh kristal magnesium klorida
(Mg Cl2). Kristal itu kemudian dicairkan dan dielektrolisis.
MgCl2(l) → Mg2+(l) + 2Cl-(l)
Katode: Mg2+(l) +2e → Mg(l)
Anode : 2Cl-(l) → Cl2(g) + 2e
b. Manfaat
Adapun manfaat dari magnesium adalah :
1) Untuk membuat logam campuran
(aliase).
Contoh: Magnalium(Mg + Al). Paduan logam ini kuat dan ringan serta tahan korosi
sehingga digunakan untuk membuat komponen pesawat terbang, rudal, bak truk,
serta berbagai peralatan lainnya,
2) Pembakaran magnesium
menghasilkan cahaya yang sangat terang. Dapat digunakan untuk membuat kembang
api, untuk blitz pada kamera,
3) Pencegah korosi pipa besi di
tanah dan dinding kapal laut,
4) Mg(OH)2 untuk
antasida(obat maag) dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCl),
5) Sebagai bahan pasta gigi MgSO4.7H2O
(garam inggris untuk zat pencahar) atau laktasif usus.
2.3 Cara Membuat dan Manfaat Alumunium Dan Senyawanya
Aluminium adalah logam putih keperak-perakan memiliki karakteristik yang
diinginkan pada logam. Ia ringan, tidak magnetik dan tidak mudah terpercik.
a. Cara Pembuatan
Aluminium diperoleh dengan elektrolisis lelehan bauksit Al2O3 dalam
kriolit cair Na3AlF6 pada proses Hall melalui 2
tahap, yaitu:
1. Pemurnian Al2O3 dari
bauksit (alumina)Ke dalam bauksit ditambahkan larutan NaOH pekat sehingga Al2O3 yang
bersifat amfoter akan larut, sedangkan zat lain tidak
larut. Dipisahkan melalui penyaringan.
a) Al2O3 (s)
+ 2NaOH (aq) => 2NaAlO2 (aq) + H2O (l)
b) Larutan NaAlO2 diasamkan.
c) NaAlO2 (aq) +
H2O (l) + HCl (aq) => Al(OH)3 (s) + NaCl (aq)
d) Endapan Al(OH)3 disaring
& dipanaskan sehingga terurai.
e) Al(OH)3 (s) Al2O3 (s)
+ 3H2O (g) (panas)
2. Elektrolisis Al2O3 dengan
kriolit cair Al2O3. murni dicampur dengan kriolit Na3AlF6.
Dinding bejana untuk elektrolisis terbuat dari besi yang dilapisi grafit (katoda).
Anodanya, batang karbon yang dicelupkan ke dalam campuran. Larutan Al2O3 dalam
kriolit dimasukkan ke dalam sel Hall-Heroult, kemudian dialiri listrik. Ion Al3+ direduksi
di katoda menjadi Al cair dan ion O2- dioksidasi
dianoda menjadi gas oksigen.
a) Reaksi yang terjadi:Al2O3(l)
=> 2Al3+(l) + 3O2-(l)
b) Katoda : Al3+(l)
+ 3e => Al(l) ×4
c) Anoda : 2O2-(l)
=> O2(g) + 4e × 3
d) Hasil : 4Al3+(l)
+ 6O2-(l) => 4Al(l) + 3O2(g)
b. Penggunaan
Aluminium dan Senyawanya
Aluminium memiliki banyak kegunaan. Penggunaan aluminium didasarkan pada
beberapa sifatnya yang khas, yaitu:
1. Ringan (massa jenis 2,7 g
cm-3),
2. Tahan karat,
3. Mudah dibentuk,
4. Dapat dipadu dengan logam
lain, dan
5. Tidak beracun.
Berikut ini diberikan beberapa contoh penggunaan aluminium.
1) Sektor industri otomotif:
untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan bermotor lainnya, untuk membuat
badan pesawat terbang.
2) Sektor pembangunan perumahan:
untuk kusen dan jendela.
3) Sektor industri dan makanan:
aluminium foil dan kaleng aluminium untuk kemasan berbagai jenis produk makanan
dan minuman.
4) Sektor lainnya: untuk kabel
listrik, perabotan rumah tangga, dan barang kerajinan.
5) Membuat termit, yaitu campuran
serbuk aluminium dengan serbuk besi (III) oksida. Termit digunakan untuk
mengelas baja di tempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api. Campuran itu
bereaksi sangat eksoterm sehingga panas yang dihasilkan dapat melelehkan baja,
sementara besi yang terbentuk akan menyambung baja yang dilas.Persamaan
reaksinya adalah:
2Al +Fe2O3 → Al2O3 + 2Fe
Aluminium sulfat [Al2(SO4)3]
Aluminium sulfat yang digunakan pada pengolahan air minum, yaitu untuk
mempercepat koagulasi lumpur koloidal.Aluminium sulfat yang digunakan pada
pengolahan air minum, yaitu untuk mempercepat koagulasi lumpur koloidal.
2.4 Cara Membuat dan Manfaat Besi Dan Baja
2.4.1 Besi
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak
digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai
dengan yang merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan
nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Besi adalah
logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya.
a. Cara Pembuatan
Besi diperoleh dari bijih besi dengan cara peleburan yang di lakukan dalam
suatu tungku yang disebut tanur tiup (blast furnace).Proses yang terjadi pada
pembuatan besi:
1) Bahan-bahan (biji besi, batu
kapur,& kokas) dimasukkan ke dalam tungku
2) Udara panas dialirkan melalui
dasar tanur yang mengoksidasi karbon jadi gas CO2. C (s) + O2(g)
=> CO2(g) ΔH = -394 kJ.
3) Kemudian gas CO2 bergerak
naik dan bereaksi lagi dengan kokas manjadi CO. CO2(g) + C(s) =>
2CO(g) ΔH = +173 kJ4. Gas CO yang terjadi mereduksi bijih besi secara bertahap
menjadi besi.
3Fe2O3 + CO => 2Fe3O4 +
CO2 (pada suhu 500 °C)
Fe3O4 + CO => 3FeO + CO2 (pada
suhu 850 °C)
FeO + CO => Fe + CO2 (pada suhu 1000 °C). Reaksi
total dapat di tuliskan sebagai berikut:
Fe2O3 (s) + 3CO (g) => 2Fe (l) + 3CO2 (g).
Besi cair itu turun ke bawah. Zat pengotor yang tercampur , seperti
SiO2, P4O10 &
Al2O3 diikatoleh CaO (penguraian batu kapur pada
suhu tinggi). Besi yang dihasilkan disebut besi kasar(pig iron) yang mengandung
95% Fe, 4% C dan sedikit Si, P, dan S. Rapuh (mudah patah).
b. Manfaat
Besi adalah logam yang paling luas dan paling banyak penggunaannya, yaitu
sekitar 14 kali total penggunaan semua logam lainnya. Hal tersebut disebabkan
tiga alasan berikut.
1. Bijih besi relatif melimpah dan tersebar di berbagai penjuru dunia.
2. Pengolahan besi relatif mudah dan murah.
3. Sifat-sifat besi mudah dimodifikasi.
Kegunaan utama dari besi adalah untuk membuat baja. Baja adalah istilah
yang digunakan untuk semua logam campur (aliase) dari besi. Jenis baja sangat
beragam, sehingga penggunaannya sangat luas, mulai dari mainan anak-anak,
perkakas dapur, industri kendaraan, konstruksi bangunan, jembatan, rel kereta
api, dan sebagainya.
Salah satu contoh baja yag paling terkenal adalah baja tahan karat
(stainless steels), yang merupakan paduan besi dengan kromium (14-18%) dan
nikel (7-9%). Baja tahan karat digunakan untuk membuat perkakas seperti
gunting, obeng, dan kunci; perkakas dapur seperti sendok, dan panci, dan
sebagainya.
2.4.2 Baja
Logam-logam campur dari besi disebut baja.
a. Cara Pembuatan
Perubahan yang harus dilakukan pada pembuatan baja dari besi gubal, yaitu:
1. Menurunkan kadar karbon dari 3-4% menjadi 0-1,5%,
2. Menghilangkan pengotor seperti Si, Mn, dan P,
3. Menambahkan logam-logam campur seperti Ni dan Cr, sesuai dengan jenis
baja yang akan dibuat.
Teknologi pembuatan baja secara murah dan cepat ditemukan oleh Henry
Bessemer dari Inggris pada tahun 1856. Setelah itu, terjadi perkembangan pesat.
Pada tahun 1860, dikembangkan tungku terbuka (open hearth furnance) oleh
William Siemens, juga dari Inggris. Kini, kebanyakan baja dibuat dengan tungku
oksigen (basic oxygen process).
Tungku ini berkapasitas sekitar 200 ton besi cair, 80 ton besi
bekas, dan 18 ton kapur (CaO) sebagai fluks. Ke dalam campuran yang berupa
cairan yang sangat panas ini ditiupkan oksigen murni melalui pipa berpendingin.
Gas oksigen akan mengoksidasikan karbon menjadi karbon monoksida (CO),
sedangkan pengotor lainnya dipisahkan ke dalam terak. Proses pembuatan baja
dengan tungku oksigen hanya memerlukan waktu sekitar 22 menit.
Beberapa jenis baja
Nama
|
Komposisi
|
Sifat Khas
|
Penggunaan
|
Baja mangan
|
10-18%
Mn
|
Keras,
kuat, dan awet
|
Rel
kereta api, lapis baja kendaraan perang, mesin penghancur batu
|
Baja silicon
|
1-5% Si
|
Keras, kuat, sifat magnetnya
kuat
|
Magnet
|
Durion
|
12-15%
Si
|
Tahan
karat, tahan asam
|
Pipa,
ketel, kondensor dan lain-lain
|
Invar
|
36% Ni
|
Koefisien mulai rendah
|
Alat pengukur (meteran)
|
Baja kromium-vanadium
|
1-10%
Cr
0,15
V
|
Kuat,
tahan terhadap tekanan/beban
|
As
kendaraan
|
Baja tahan karat
|
14-18% Cr
7-9% Ni
|
Tahan karat
|
Alat-alat pemotong, perkakas
dapur, alat-alat lain
|
2.5 Cara Membuat dan Manfaat Tembaga
Tembaga adalah logam yang berwarna kuning merah dan tergolong logam yang
kurang aktif. Dalam udara lembab, tembaga terkorosi secara perlahan-lahan.
Mula-mula warnanya menjadi cokelat karena terbentuknya lapisan tipis CuO atau
CuS. Lama kelamaan menjadi berwarna hijau karena terbentuknya tembaga karbonat
basa, Cu2(OH)2CO3. Hal seperti itu sering
terlihat pada patung atau barang kerajinan yang terbuat dari tembaga atau
perunggu.
a. Cara Pembuatan
Bijih tembaga yang terpenting adalah kalkopirit(CuFeS2). Sebenarnya tembaga
mudah direduksi. Akan tetapi, adanya besi dalam bijih tembaga membuat proses
pengolahan tembaga menjadi relatif sulit. Pengolahan tembaga melalui beberapa
tahap, yaitu flotasi, pemanggangan, peleburan, pengubahan, dan elektrolisis.
Pada umumnya, bijih tembaga hanya mengandung 0,5% Cu. Melalui pengapungan
dapat diperoleh bijih pekat yang mengandung 20-40% Cu. Bijih pekat itu kemudian
dipanggang untuk mengubah besi sulfide menjadi besi oksida, sedangkan tembaga
tetap berupa sulfida.
4CuFeS2 + 9O2 → 2Cu2S + 2Fe2O3 +
6SO2
Bijih yang sudah melalui pemanggangan kemudian dilebur sehingga bahan
tersebut mencair dan terpisah menjadi dua lapisan. Lapisan bawah disebut
“copper matte” yang mengandung Cu2S dan besi cair, sedangkan lapisan
atas merupakan terak silikat yang antara lain mengandung FeSiO3.
Selanjutnya, “copper matte”dipindahkan ke dalam tungku lain dan ditiupkan udara
sehingga terjadi reaksi redoks yang menghasilkan tembaga lepuh (blister
copper).
2Cu2S + 3O2 → 2Cu2O + 2SO2
Cu2S + Cu2O → 2Cu + SO2
Tembaga lepuh adalah tembaga yang mengandung gelembung gas SO2 beku.
Tembaga lepuh mengandung 98-99% Cu dengan berbagai jenis pengotor seperti besi,
zink, perak, emas, dan platina. Pemurnian tembaga dilakukan dengan elektrolisis. Tembaga lepuh digunakan
sebagai anode, sedangkan tembaga murni digunakan sebagai katodenya. Elektrolit
yang digunakan adalah larutan CuSO4. Selama elektrolisis, Cu dipindahkan dari
anode ke katode. Dengan menggunakan potensial tertentu, bahan pengotor dapat
terpisah.
b. Manfaat
Penggunaan utama tembaga adalah untuk kabel listrik. Selain itu, tembaga
digunakan untuk membuat paduan logam seperti perunggu (Cu + Sn) dan kuningan
(Cu + Zn). Perunggu banyak digunakan untuk perhiasan, senjata (seperti pisau
dan tombak), lonceng, dan alat musik. Perunggu berwarna kuning cerah seperti
emas, sehingga banyak digunakan untuk perhiasan.
2.6 Cara Membuat dan Manfaat Timah
Timah adalah logam yang relatif lunak, berwarna putih perak dan tahan
karat.Bijih timah yang terpenting adalah kasiterit (SnO2).
a. Cara Pembuatan
Timah biasanya didapatkan dari pemanasan mineralnya, yaitu kasiterit (SnO2),
dan karbon. Dalam pemanasan itu, timah direduksi oleh karbon. Reaksi yang
terjadi:
SnO2 + C→ Sn + CO2
b. Manfaat
1) Untuk membuat kaleng kemasan,
seperti untuk roti, susu, cat, dan buah,
2) Melapisi kaleng yang tebuat
dari besi yang akan melindungi besi dari perkaratan,
3) Membuat logam campur, misalnya
perunggu (paduan timah, tembaga, seng)
dan solder (paduan timah dan timbal).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa
unsur-unsur kimia yang antara lain Natrium, Magnesium, Alumunium, Besi, Baja,
Tembaga, Timah, Emas mempunyai manfaat dalam kehidupan kita, dan kita juga
telah menuliskan cara pembuatanya yang kami uraiakan pada bab pembahasan.
Dalam kehidupan sehari-hari,
unsur-unsur kimia banyak membantu kita dalam melaksanakan kegiatan. Sulit
dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua benda yang
ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur bebasnya,
senyawanya, atau paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri, selain memberikan
manfaat, beberapa unsur kimia memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan
kesehatan. Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia beserta cara mencegah dan
menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki unsur-unsur tersebut.
3.2 Saran
Saran yang kami dapat berikan
bagi pembaca yang ingin membuat makalah tantang ““Pembuatan dan Manfaat Beberapa Unsur Logam dan Senyawanya” ini, untuk dapat lebih baik dari makalah yang kami
buat ini ialah dengan mencari lebih banyak refrensi dari berbagai sumber, baik
dari buku maupun dari internet, sehingga makalah anda akan dapat lebih baik
dari makalah ini. Mungkin hanya ini saran yang dapat kami sampaikan semoga
dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
http://fathya21.wordpress.com/2012/03/20/proses-pembuatan-unsur-senyawa-logam-dan-kegunaannya/
http://hasanmenako.blogspot.com/2009/11/pembuatan-dan-manfaat-beberapa-unsur.html
http://gabungsini.blogspot.com/2012/09/pembuatan-dan-manfaat-bebrapa-unsur.html
http://fathya21.wordpress.com/2012/03/20/proses-pembuatan-unsur-senyawa-logam-dan-kegunaannya/
Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.
Langganan:
Postingan (Atom)